Interest Group :  The U.S Chamber of Commerce

Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat

The U.S Chamber of Commerce dapat dikatakan sebagai salah satu kelompok kepentingan yang berpengaruh di Amerika Serikat, khususnya dalam bagaimana mereka berupaya untuk  masuk dan mempengaruhi pembuatan kebijakan nantinya. Seperti yang telah direpresentasikan dari namanya, kelompok kepentingan ini merupakan organisasi bisnis perdagangan terbesar di dunia, berdiri sejak tahun 1912, yang mewakili lebih dari tiga juta pebisnis disegala bidang, sektor, dan region. Mereka, pebisnis, berbagi satu hal yang sama, yakni mengandalkan The U.S Chamber of Commerce ini untuk merepresentasikan suara mereka di Washington, DC.[1] Mereka berupaya menggunakan berbagai macam cara dan kesempatan untuk dapat mencapai tujuannya yang salah satu faktor penentunya adalah dengan keberhasilan untuk memengaruhi kebijakan-kebijakan bentukan pemerintah Amerika Serikat.

Organisasi pebisnis dari seluruh penjuru dunia ini selalu berupaya untuk memberikan pengaruhnya terhadap badan paling disegani di Amerika Serikat bahkan di seluruh dunia, yakni badan eksektutif atau presiden itu sendiri. Apabila terdapat suatu kebijakan yang dianggap dapat mengancam nasib para pebisnis baik domestik maupun luar negeri, mengingat Amerika Serikat adalah negara dengan perekonomian terkuat dan memiliki pengaruh besar di dunia, The U.S Chamber of Commerce ini tidak segan untuk memberikan kritisi dan ancaman-ancamannya secara gamblang terhadap presiden. Salah satu contohnya adalah saat Mahkamah Agung Amerika Serikat membentuk kebijakan terkait pemilihan umum, yakni menutup intervensi dari luar dalam berjalannya proses menjelang maupun pelaksanaan pemilihan umum.[2] Hal tersebut ditanggapi oleh Obama sebagai salah satu pertanda akhir dari pengaruh perusahaan dan pengaruh luar negeri dalam pemilihan umum Amerika Serikat. The U.S Chamber of Commerce, mengatasnamakan seluruh masyarakat Amerika Serikat, mengecam Presiden Barack Obama dengan meluncurkan berbagai iklan, dengan Partai Demokrat sebagai target, yang didanai menggunakan dukungan donasi dari perusahaan-perusahaan asing. Hal ini dilakukan karena mereka menganggap apabila campur tangan mereka dilarang dalam segala bentuk proses pemilihan umum berarti pemerintah sendiri menutup segala bentuk transparansi dalam pemilihan umum tersebut.[3] Di sisi lain, para pebisnis yang umumnya merupakan pendukung dari Partai Republik, oposisi dari Partai Demokrat, memiliki keterbatasan untuk memberikan sumbangsih dana untuk membiayai kampanye dan kepentingan partai lainnya semasa proses pemilihan umum berlangsung karena banyak dana yang berasal dari pebisnis atau perusahaan luar negeri yang tergabung dalam The U.S Chamber of Commerce. Ditambah lagi, apabila calon unggulan mereka tidak menang, hal ini akan menyulitkan mereka dalam memengaruhi kebijakan negara nantinya.

Tak berhenti disitu, The U.S Chamber of Commerce terus memberikan pengaruhnya terhadap siapa yang akan menjadi Presiden Amerika Serikat pada pemilihan umum November mendatang. Organisasi pebisnis ini memberikan dukungan penuh terhadap Partai Republik dengan calon presiden, yaitu Mitt Romney. Mereka berdalih bahwa nasib para pebisnis bergantung kepada siapa yang akan memimpin Amerika Serikat berikutnya. Organisasi ini berusaha terus memberikan pengaruh dalam proses pemilihan umum dengan didukung oleh bukti pemberian donasi sebesar 13 juta U.S Dollar untuk mendukung Mitt Romney dalam kampanye maupun iklan-iklan di media massa.[4] Dalam kampanye-kampanye yang didukung oleh  The U.S Chamber of Commerce, substansi yang diangkat sebagai topik kampanye tidak jauh dari masalah pengangguran dan kebutuhan lowongan pekerjaan untuk menyambung hidup masyarakat Amerika Serikat. The U.S Chamber of Commerce khusus membentuk website berjudul Vote for Job 2012 bersamaan menjelang pemilihan umum 2012 untuk mengumpulkan suara terkait niaga bebas (vote for enterprise)[5] yang erat kaitannya dengan ekspansi perusahaan agar dapat menyerap banyak tenaga kerja, mengingat angka pengangguran yang semakin meningkat selama masa kepemimpinan Barack Obama.

Serangkaian upaya yang dilakukan oleh organisasi ini memang telah banyak dilakukan dan mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Berusaha untuk memengaruhi pemerintah dengan tuntutan mengatasnamakan rakyat, memengaruhi masyarakat Amerika Serikat untuk memilih calon kandidat presiden yang tepat dengan dalih dapat memberikan kesempatan kerja, dan membentuk iklan kampanye salah satu kandidat presiden merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh organisasi pebisnis ini yang secara langsung maupun tidak telah memberikan pengaruh terkait siapa yang menjadi presiden Amerika Serikat selanjutnya agar dapat mempermudah mereka dalam memenuhi kepentingannya kelak.


[1] The U.S Chamber of Commerce, ‘About the U.S. Chamber of Commerce’, Vote for Job 2012 (online), 2012, <http://www.voteforjobs2012.com/pages/about>, diakses 8 Oktober 2012.

[2] R.Muse, ‘The US Chamber Of Commerce Threatens Obama Over Citizens United’, Politicus USA (online),  28 April 2011, <http://www.politicususa.com/obama-chamber-of-commerce.html>, diakses 8 Oktober 2012.

[3] Ibid.

[4] P. Hirschkorn, ‘Top super PAC donors giving multimillions in 2012’, CBS News (online),  24 September 2012, <http://www.cbsnews.com/8301-250_162-57519344/top-super-pac-donors-giving-multimillions-in-2012/>, diakses 8 Oktober 2012.

[5] The U.S Chamber of Commerce, ‘About the U.S. Chamber of Commerce’, Vote for Job 2012 (online), 2012, <http://www.voteforjobs2012.com/pages/about>, diakses 8 Oktober 2012.