Aktor Non Negara dan Pengaruhnya dalam Menata Dunia

Dunia internasional memiliki aktor-aktor penting dalam menjalankan setiap rutinitasnya untuk berinteraksi dalam rangka pencapaian kepentingan. Dahulu, aktor hubungan internasional hanyalah kekuatan tunggal suatu negara dalam melakukan diplomasi dengan negara lain. Namun, kini aktor dalam hubungan internasional pun berkembang sejak Perang Dunia II dengan munculnya paradigma bahwa aktor dalam politik dunia bukan hanya kekuasaan dan peranan tunggal dalam suatu negara tetapi juga terdapat aktor-aktor lain yang memiliki peranan penting dalam dunia perpolitikan dan hubungan internasional. Aktor-aktor ini disebut sebagai aktor non negara yang komponen di dalamnya adalah Intergovernmental Organizations (IGOs) dan Nongovernmental Organizations (NGOs).[1]

Pada IGO, anggota-anggotanya merupakan kumpulan dari berbagai negara. Disini World Trade Organization, Perserikatan Bangsa-Bangsa, The United Nations dan World Health Organization merupakan beberapa macam IGO yang hadir dalam kancah dunia internasional. Hadir pula beberapa IGO yang membentuk organisasinya berdasarkan negara-negara yang berada dalam region atau wilayah yang sama. Contohnya dengan kehadiran European Union yang dianggap sebagai salah satu organisasi terkuat di dunia karena memiliki mata uang dan kebijakan sendiri dan Association of South East Asia Nations yang anggotanya merupakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Aktor non negara lain dalam politik dan hubungan internasional tidak terlepas dari peranan NGO dimana organisasi ini lebih sulit untuk diklasifikasi karena jumlah yang tak terhitung banyaknya. Persepsi yang membedakan antara NGO dan IGO adalah komponen yang ada di dalam NGO sendiri dimana individu dan kelompok tertentulah yang membentuk organisasi ini untuk mencapai suatu kepentingan. Save The Children, World Wild Fund, Care Internasional dan Greenpeace merupakan beberapa contoh dari organisasi non negara yang bergerak dalam bidang yang terspesifikasi untuk tujuan tertentu. Dinamika dalam kehadiran NGO memicu munculnya beberapa komponen lain seperti Multinational Corporations (MNC), Etnik nasionalis yang pada umumnya terdapat sekumpulan orang dengan persamaan karakteristik dan kesamaan sejarah dalam diri mereka[2], Transnational Banks seperti World Bank dan Gerakan Keagamaan.

Walaupun aktor non negara cenderung tidak berkaitan dengan segala aspek kenegaraan dan tidak diatur oleh negara atau pemerintahan tertentu, tetapi kerap kali aktor non negara berupaya untuk mendekatkan diri dengan pemerintahan suatu negara[3] bahkan dalam penyelesaian konflik ataupun permasalahan yang dialami oleh negara-negara yang bertikai. Dalam konflik yang terjadi di Libya dimana kekuatan seorang pemimpin diktator Moammer Kadaffy menghancurkan negaranya sendiri dan membahayakan warga sipil Libya, membuat salah satu aktor non negara dibawah Dewan Keamaan PBB yaitu NATO tidak tinggal diam dalam konflik yang terjadi di negara ini. NATO dalam intervensinya berupaya untuk membantu melindungi warga sipil Libya dalam bentuk serangan udaranya menghadapi para pasukan yang berada di bawah kepemimpian Kadaffy dan dianggap mengancam warga sipil.[4] Intervensi NATO disini dianggap sebagai salah satu bentuk kemampuan dari aktor non negara untuk menangani konflik yang terjadi dalam suatu negara dan sudah termasuk konflik yang menjadi sorotan dunia internasional. Disini terlihat bahwa peranan NATO dalam implikasinya pada hubungan internasional suatu negara khususnya pada konflik Libya ini sangatlah besar, dikarenakan apabila konflik Libya ini terjadi berlarut-larut dapat mengganggu stabilitas negara-negara lain yang disebut-sebut sebagai negara yang dijadikan tempat persembunyian para keluarga Khadaffy seperti Nigeria.

Dilain sisi masih banyak lagi aktor-aktor non negara yang memberikan pengaruh pada dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan contoh lain yang terlihat secara transparan dalam hubungan internasional. Peran PBB disini memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan dan pemberian resolusi pada negara-negara yang sedang mengalami perselisihan. Pakistan dan Israel contohnya, kedua negara ini mengalami perselisihan yang seakan-akan tak berujung. PBB pun sebagai ‘polisi dunia’ jelas ambil andil dalam perselisihan yang dialami kedua negara ini, segala upaya dalam rangka usaha menciptakan perdamaian dan pemberian resolusi konflik pada negara-negara ini terus dilakukan walaupun terlihat begitu sulit untuk direalisasikan dan dapat dijalankan dengan ideal. Sangat jelas terlihat disini bahwa peranan IGO memiliki pengaruh dalam stabilitas hubungan internasional dua negara yang sedang bertikai. IGO disini tidak diperkenankan untuk membela salah satu pihak, apabila hal tersebut terjadi pertikaian dan permasalahan dalam dunia internasional akan semakin meluas dan semakin menciptakan kemelut yang dapat mengguncangkan stabilitas negara-negara di dunia.

Sudut pandang lainnya dalam pengaruh aktor non negara dalam hubungan internasional dapat dilihat dengan meninggalkan segala bentuk konflik yang terjadi di dunia dengan Multinational Corporations yang memiliki peranan dan pengaruh dalam hubungan internasional khususnya dalam ruang lingkup ekonomi. MNC disini dianggap sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi dunia dalam sektor pendayagunaan tenaga kerja yaitu dengan munculnya banyak MNC di berbagai belahan dunia seperti Coca-cola, Nokia dan Chevron. MNC sendiri dikatakan mempengaruhi interaksi dalam hubungan internasional negara-negara dunia karena perusahaan-perusahaannya yang bersifat profit-oriented[5] dapat mempengaruhi pemaksimalan kuantitas dan memperkecil harga terhadap suatu produk internasional apabila suatu perusahaan tersebut berada di negaranya. Dengan kata lain, kehadiran MNC yang hadir tidak hanya dalam satu negara dapat mempengaruhi hubungan antar negara dalam kepentingannya yaitu sektor perekonomian.

Hadirnya beberapa kasus yang telah dipaparkan sebelumnya tentang pengaruh aktor non negara dalam hubungan internasional, memperkuat perspektif saya bahwa aktor non negara turut ambil andil dalam memengaruhi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sektor hubungan internasional, baik itu intervensi dalam bentuk resolusi dan penanganan konflik yang terjadi dalam pertikaian negara juga dalam upaya pemenuhan kebutuhan negara dalam bidang ekonomi, sosial dan politik.  Hal-hal ini menimbulkan paradigma lain bahwa di dunia ini negara-negara merupakan komponen yang memiliki interdependency satu sama lain. Dalam hubungan saling ketergantungannya, negara tak terlepas dengan peranan aktor non negara dalam melakukan interaksi dengan negara lain dimana interaksi tersebut dapat berupa sebuah konflik ataupun pemenuhan kepentingan negara itu sendiri. Baik IGO dan NGO memiliki pengaruh dalam stabilitas dunia khususnya di negara-negara. Tidak dapat dipungkiri, tanpa IGO dan NGO ini stabilitas hubungan internasional dalam politik dunia dan interaksi lainnya dapat sulit tercapai karena setiap negara atau pihak berkepentingan memiliki kepentingan tersendiri yang ingin dicapai dalam interaksinya dengan pihak lain. Oleh karena itu, negara maupun pihak yang berkepentingan membutuhkan mediator yang tidak membela satu blok manapun sehingga suatu keputusan dalam memenuhi kepentingan dapat tercapai secara adil dan dapat meminimalisir terjadinya konflik di kancah internasional.


[1] C.W. Kegley, World Politics Trend and Transformation, 11th edn, Thomson Wadsworth, Boston, 2008, p.170.

[2] C.W. Henderson, International Relations Conflict and Cooperation at the Turn of  the 21st Century, Mc Graw Hill, Singapore, 1997, p.66.

[3] J.R.L. Feilleux, The Dynamics of Diplomacy, Lynne Rienner Publishers, Colorado, 2009, p. 105.

[4] Kompas, 29 Oktober 2011, p.9.

[5] A.C. Fahadayna, ‘Revitalisasi Peran MNC dalam Aktivitas Ekonomi Politik Internasional’, Scribd (online), 2009, <http://www.scribd.com/doc/58439767/Revitalisasi-Peran-MNC-Dalam-Aktivitas-Ekonomi-Politik-Internasional>, diakses 1 November 2011.

 

Note : This handwriting is written by a newbie of International Relations college student for doing her mid-term test in Introduction of International Relations subject, so, if you all find so many kind of mistakes, let me know with humble words by all your perspective. Let us share and learn together. Thanks :)